Segmen yang lenyap (disappeared segmen)
Apa yang menjadi mind-set seseorang, akan menjadi prilaku dan kebiasaan dalam kehidupannya. Orang tidak tahu, apa yang akan terjadi di esok hari, namun sesungguhnya, orang bisa memprediksinya.
Bila anda ingin tahu, seperti apa masa depan suatu bangsa, setelah 30 tahun, lihatlah prilaku dan kualitas belajar pemuda dan anak remajanya sekarang.
Sebuah pohon sudah ada kodratnya sendiri, sebuah pohon jeruk, akan menghasilkan jeruk yang besar dan manis. Dalam batas maksimum yang telah tersirat.
Begitulah jika seseorang menuangkan perhatian terhadap dirinya, maka sebagai manusia, sebenarnya ia mempunyai kesempatan untuk memilih menjadi lebih baik, atau usaha menjadi terbaik atas kodrat dan struktur takdirnya. Lepas dari ia percaya atau tidak, tentang nasib.

Masalahnya banyak orang hanya ingin orang lain menghargai dia, bukan berusaha memperbaiki kekurangan diri sendiri.

Keyakinan Vs kenyataan
Seseorang bisa yakin atas dirinya, bahwa selama ini tak ada masalah kesehatan. Semua baik-baik saja. Namun banyak kasus membuktikan, orang yang sangat perhatian terhadap kesehatannya, tidak kurang dari chek-up rutin di klinik terbaik, taraf international, 2x setahun, bisa terkena penyakit fatal juga, yang terjadi mendadak dalam seketika. Ironisnya, banyak kasus meninggal tidak bisa diungkap penyebabnya. kebanyakan hanya dikatakan, karena penyempitan kapiler jantung, atau masalah dari otak. Kasus ini banyak terjadi, melihat dari data rumah sakit, dan data kasus di asuransi jiwa. Perusahaan asuransi sendiri, sangat hati-hati dalam memberikan penilaian, terhadap permohonan kliennya, karena tidak ada alasan untuk menolak, bagi seorang calon nasabah dalam kondisi sehat, yang dinyatakan dari rekaman medis yang resmi. Orang orang dan famili yang ditinggal pergi oleh orang yang tersayang, bertanya-tanya, mengapa? Dan mengapa? Jujur berkata, masalah ini hingga kini, tetap merupakan“pertanyaan besar”, bagi dunia kesehatan dan kedokteran.
Asuransi hanya membantu menjaga financial nasabahnya, ketika mengalami masalah kesehatan yang serius atas dirinya, dia sungguh membutuhkan biaya itu. Namun asuransi tidak bisa menjamin seseorang tidak sakit, dan tidak meninggal. Siapapun tidak bisa. Mungkin hanya anda sendiri, paling tidak, anda bisa lebih tahu kondisi sebenarnya, tentang diri anda, kesehatan maupun keuangan anda. Atau anda yakin penuh, bahwa diri anda adalah sehat dan kuat. Dan keyakinan seseorang, menjadi dasar pikirannya. Namun apakah ini sudah cukup? Apakah pendiriannya bisa menjawab “pertanyaan besar”, yang disebut diatas tadi. Hanya diri masing-masing yang bisa menjaw
ab.

Alasan Vs pengetahuan
Tidak heran seorang agen asuransi yang pandai meraih hati kliennya, namun ia sendiri tidak memiliki asuransi. Tidak heran seorang motivator pandai memotifasi orang lain, namun gagal merubah diri sendiri. Mau tahu kenapa? Karena setiap orang mempunyai mind-set masing-masing. Seseorang bisa mengatakan “ya” didepan orang, tapi “tidak “ dibelakang orang. Karena setiap orang mempunyai kesulitan, mempunyai masalah pribadi, yang tidak bisa diungkapkan kepada orang lain. Hanya ia sendiri yang tahu. Termasuk seorang pemimpin besar sekalipun. Seorang agen asuransi bisa jadi karena keuangan personalnya sedang sulit, karena tidak terlalu besar pendapatannya untuk membayar premi, ini tidak berarti ia sendiri tidak mau ikut asuransi, semua ini kita harus bisa memaklumi, sebagai kesulitan situasi hidup. Terutama dalam negara yang tidak mendapat jaminan sosial tentang kesehatan. Orang harus membayar, untuk menjaga financial mereka, saat tidak mampu kerja karena serangan penyakit, atau mendapat musibah yang tidak diinginkan.
Orang kadang kadang mencela guru ekonomi, katanya, bila ia pintar, mengapa ia masih miskin. Seorang peramal, mengapa ia sendiri tidak bia merubah nasibnya? Seorang dokter, mengapa dia juga bisa sakit, Jadi ada saja alasan yang dipakai untuk menguatkan pendiriannya. Seolah olah semua pakar itu harus seperti “dewa”. Ini adalah salah satu pola pikir yang subyektif. Meskipun banyak orang juga tidak sependapat, ini juga dapat dimaklumi. Inilah gambaran alam. Seperti itulah dunia kita.
Dalam lingkungan hidup kita sehari-hari, di rumah maupun di kantor, atau di sekolahan, dimana anda beraktifitas, tidak terlepas dari interaksi dengan orang. Dan pada saat interaksi itulah, mind- set seseorang menyebarkan informasi seperti apakah dirinya.

Kasih sayang yang salah kaprah
Seorang ibu menggendong anak balita sekitar 2 tahun datang ke toko obat tradisional, anaknya merengek dan menangis terus, suaranya serak, bibir dan matanya merah. Ibu ini kurang paham tentang penyakit, minta advis kepada penjual obat. Kebetulan pemilik toko obat cukup berpengalaman, dan mengerti pengetahuan pharmasi, dan terkenal jujur. Setelah dilihat, ia berkata, anaknya menderita sakit radang tenggorokan, demam dan batuk berat. Cepat beli obat xxx  ini untuk dia.
Ibunya bertanya , berapa harganya, hanya 1 dolar. Oh, uang saya kalau dipakai beli obat, tidak bisa beli snack lagi. masalahnya, anak ini ribut terus, minta dibelikan snack. ( snack itu kering dan tidak baik, untuk orang yang sedang sakit tenggorokan dan panas dalam ). setelah pertimbangan berulang ulang, Ibu ini akhirnya pergi tidak jadi membeli obat. Saya kebetulan berada disana, menyaksikan adengan ini. Saya termenung. Ini adalah kontroversial dalam makna “kasih sayang”.yang menjadi bahan diskusi dengan topik cerita berikutnya. ( ibu ini sayang pada anaknya, menuruti kehendak anaknya)

Dokma VS perubahan jaman
Seorang ayah atau ibu berusaha menjelaskan kepada putra putrinya, bahwa apa yang mereka lakukan adalah yang terbaik untuk mereka. Namun dalam benak dan pikiran putra putrinya, bisa menjadi semacam pemaksaan kehendak dari pribadi orang tuanya. bagi mereka, Apa yang dilakukan dan dikatakan orang tuanya, bukanlah yang mereka inginkan. Mari kita simak apa yang dikatakan seorang gadis kecil disekolahan:
Saat pulang sekolah, melihat anak-anak lain dijemput oleh ibunya atau ayahnya, anak gadis kecil ini hanya bisa cemburu, ada seorang pembantu rumah tangga yang menjemputnya. Ia tidak mau pulang. Seorang guru menghampiri dan membujuknya.
“ tidak, saya tidak mau pulang, saya bangun pagi hanya ada mainan, makanan yang mewah, setiap hari ada baju baru disamping ranjang. Saya sudah ada boneka satu lemari, yang tidak bisa diajak bicara. Saya tidur sendiri dan menangis sendiri. Saya tidak menginginkan semua itu. Saya hanya ingin pelukan dari ibu dan ayah. Saya sudah berusaha tidak nakal, apakah saya jelek, ayah dan ibu tak mau melihat saya lagi. …
Saya setiap hari menanti telefon dari ibu dan ayah, kadang-kadang beberapa bulan hanya bisa bicara sekali , mereka bilang sibuk…..
Beberapa kali saya terbangun di tengah malam, saya kira mereka pulang. Namun hanya ada kegelapan dan kesunyian.
Ayah, ibu, kapan ayah dan ibu sempat, menengok Serly? Serly  ingin sekali pelukan dari kalian, serly tidak ingin yang lain. Serly janji tidak nakal…. Wuwuwu..
Sang guru mengalir air mata. Tidak mengatakan sepatah kata, ia menemani gadis kecil ini pulang.

dari dua cerita pendek ini, apakah anda ingin mengatakan, bahwa  ibu dalam cerita pertama telah salah?  namun apakah ibu yang dalam cerita kedua benar? ini perlu perpaduan kesabaran dan kecerdasan, untuk bisa mengambil sikap

Dengan tidak bermaksud menyalahkan siapa, saya hanya ingin coba mengatakan , bahwa dalam hiruk pikuknya roda kehidupan, yang mengikuti tempo jaman sekarang, ada satu segmen yang telah hilang dari kehidupan kita. Segmen yang hilang ini, adalah bagian yang sangat berharga, Ia sedang lenyap perlahan lahan. Dari irama musik hidup yang mestinya harmonis dan indah.
Manusia menjadi hampa hatinya, berontak, bertingkah aneh, minuman keras, drug, melukai orang lain, maupun melukai diri sendiri, dengan berbagai cara. Permainan video game atau online yang virtual, kekerasan dan kebebasan seks di kalangan anak remaja. Telah mengambil alih dan mengantinya dari segmen yang hilang itu. Kehidupan siang menjadi malam, kehidupan malam menjadi siang. Mindset menjadi prilaku. Dan prilaku menjadi habit. Habit menjadi kebebasan tak terkendali.
Generasi yang hilang arah, hilang harapan dan masa depan, akan menjadi beban bagi suatu bangsa dan Negara. Dan seluruh dunia. Marilah kita renungkan bersama.

Pilihan hidup
Ritme hidup yang semakin hari semakin cepat, membuat orang hidup dalam tekanan, jalan di jalanan harus cepat. Makan harus cepat. Makanan dan minuman instan. Fastfood. Jaman sekarang kalau lambat akan tertinggal. Terlambat bangun akan mengalami macet di jalanan, yang jauh lebih lama tiba di tujuan. Di kota kota besar dan negara berkembang, Orang berlomba-lomba bangun lebih pagi, dan lebih pagi lagi, pulang kerumah lebih malam, dan lebih malam lagi. dan efisiensi kerja semakin rendah. Namun target semakin hari semakin tinggi.
Dalam kondisi ini, kesehatan personal sudah barang tentu menjadi dikesampingkan. Kalau sakit sedikit bisa ditahan, tahan saja. Kalau tidak bisa tahan, makan obat instan. Sampai kondisi gawat, konsultasi ke dokter atau masuk rumah sakit.
Tidak mungkin kaki tangan kadang kesemutan, atau pinggang ada sedikit ngilu, atau bahu sedikit kurang enak, sedikit hal-hal kecil konsultasi ke dokter. Atau ke rumah sakit. Banyak gejala awal dari penyakit, terlupa atau sengaja dilupa, terbenam dalam kesibukan sehari-hari, yang setiap harinya ada saja, yang dikatakan mendesak. Begitu mendapat cuti, cari waktu untuk tidur, atau istirahat seharian. Atau pergi shopping, cuci mata. ( Segmen untuk kesehatan pribadi sudah hilang )
Tubuh kita tidak bedanya si anak gadis kecil tadi yang mendambakan “perhatian” dari diri kita.
Dan yang paling penting adalah, anda perlu tahu apa yang dibutuhkan. Bukan mainan yang baru, atau baju yang indah seperti yang diterima oleh gadis kecil, untuk diri anda.
Tidak kalah pentingnya, didunia ini, tidak ada lagi “masa yang indah” yang dapat anda kompensasi. Anak gadis kecil akan menjadi dewasa. Namun dalam memorinya, telah terjadi rekaman yang tanpa diri anda. Kosong rasanya, kekurangan warna. Hal ini akan terbawa terus hingga ia tua. Dan menjadi trauma, mungkin juga terulang lagi pada keturunannya.
Segmen yang hilang ini tidak akan kembali. Hanya akan meninggalkan goresan dalam ingatan, ingatan yang hampa, yang membosankan, menjadi penyesalan. Disuatu hari nanti, sebagai buah, dari apa yang kita tanam hari ini.
Hargailah kesehatan anda, hargailah saat saat bersama oang tua, bersama pasangan hidup, bersama anak-anak, dan keluarga anda, serta rekan-rekan dan lingkungan anda. Karena semua itu akan berlalu. Seperti saat mengadakan reuni, anda akan merasakan, “ saat yang sangat bahagia” , namun baru saja berjumpa, sudah harus berpisah lagi. ini adalah potret seseorang sedang berusaha, mencoba menangkap kembali “masa lalu”. orang hanya bisa berteriak dalam hati : jika saya diberikan kesempatan, untuk kembali ke masa lalu, saya akan……..
Anak remaja, mengejar mimpi masa depan, setelah ia berusia tua, ia akan sadar, sebetulnya, dari kecil, mimpinya berada pada saat "dimana ia sedang bermimpi ", di masa kecil itu sendiri.
Orang lansia, ingin kembali ke masa kecil, jadi sebetulnya, ia bermimpi untuk kembali pada masa lalu. Lantas, mengapa pada masa kecil ia bermimpi untuk masa depan, yang sebetulnya tidak diketahui akan terjadi apa, namun ia mungkin telah menyia-nyiakan “saat yang manis” pada masa kecil, yang menjadi mimpi di hari tua.,
Masa kecil, bisa bermimpi untuk masa mendatang, namun pada masa tua, tidak seorang mau, dan berani bermimpi, untuk masa depan lagi, masa setelah meninggal.

KEKUATAN CINTA   ( POWER OF LOVE )
Ada apalagi  yang lebih berharga dari sekarang, saat anda memiliki orang orang, yang sayang kepada anda, juga mereka, yang anda cintai, meskipun mereka jauh, tidak disamping kita. mereka yang mendambakan, uluran tangan dari anda, mendambakan perhatian dari anda, atau sekedar ciuman,  adalah power of love, kekuatan ini menopang anda terus, dalam segala situasi yang sulit maupun buruk, untuk tetap eksis, lepas dari kekuatan itu, anda akan roboh. seorang ibu, bisa menahan pekerjaan berat dan menahan tidak mengobati dirinya, karena kekurangan biaya pengobatan, karena ada buah hati kecil yang ia cintai. yang perlu ia pelihara dengan hati-hati. ia bisa menjadi tabah dan jauh lebih kuat , daripada mereka yang hidup tanpa ada tekanan. ini adalah kekuatan luar biasa, dari "kasih sayang" manusia, yang keluar dari lubuk hati terdalam. seperti ayam betina yang melindungi anak-anaknya, ia akan menjadi galak, dan sangati berani, tanpa pandang resiko,  bila anda tidak bersahabat dengan dia. 

Hargailah saat sekarang, apapun keadaannya. terimalah apa adanya. Dengan suka cita. Dan saat inilah mimpi yang indah dan nyata, yang anda bisa genggam, meskipun hanya sekejap. namun itu sudah cukup. karena anda menghargai.

Jadilah ayah terbaik dimata anak-anak. Jadilah ibu tercinta bagi anak-anak, ( bukan hanya baik menurut anda)
Jadilah anak yang sangat berharga dimata sang ayah dan ibu. dan orang lain. Berikan apa yang mereka inginkan,  dengan ketulusan dan kecerdasan. Maka setiap pemberianmu, akan menjadi mas dimata mereka, meskipun hanya secangkir air putih.
Semoga anda bisa memanfaatkan the power of love, untuk menghiasi perjalanan hidup anda. saya yakin, anda tidak akan menyesal.

Author: AK Chandra

More articel of AK.CHANDRA. look at:  http://moo-ci.com display in 3 language.